Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Blesed Circle at Kopi Nako BSD

Gambar
  Pertemuan ini aku duga bukan hal yang disengaja, tanganku yang rapuh ini mana mungkin merencanakan hal sesuatu yang luar biasa ini. Allah pasti sudah merencanakan semua ini sesuai dengan rencana dan keinginannya. Berada di lingkungan yang luar biasa ini yang aku sukai, berada di lingkungan yang saling support perihal keilmuan dan pengalaman. Dua tahun lebih berada di lingkaran ini, dari tahapan canggung sampai merasa nyaman seperti keluarga. Berada di lingkaran yang baik dan positif saling support satu sama lain terkait ibadah harian. Bukan untuk saling menghakimi, atau untuk menyombongkan diri tetapi berusaha saling menerima satu sama lain dan saling belajar dalam hal kebaikan. Pertemuan mingguan kami mungkin singkat, hanya beberapa jam saja di setiap hari Senin. Saling bertegur sapa, bercerita, dan mengadu keluh kesah satu sama lain hehe. Di masing-masing kami, ada yang satu lembaga bahkan berbeda lembaga. Guru kami sangat inspiratif, bisa menjadi guru, teman, dan dokter saat...

Wakakur

Gambar
  Pertanyaan pertama yang dilontarkan orang tua, bisa membagi waktunya? Karena tahun ini menjadi awal tahun mendaftar kuliah pascasarjana dari rencana-rencana yang kupending kemarin. Kegalauan dan kegelisahan sering menghampiri “Bisa gak ya” “Nanti kalau tidak maksimal bagaimana” “Tugas-tugas kalau bentrok dengan agenda rapat gimana?”. Aku gak bakalan berekspektasi menerima Amanah ini, karena gambaranku di depan melanjutkan sekolah dan disibukkan dengan aktivitas menulis buku. Kalau sudah seperti ini apakah ada negoisasi terkait Amanah? Ada rencana lain yang inginku gapai, dan pilihan ini tidak ada di rencana jangka pendekku. Mengemban Amanah ini menjadi hal baru dan pengalaman asing di pikiranku. Bagaimana memimpin, memiliki staf, mendengarkan keluhan, mencari solusi, memecahkan masalah, memilih keputusan, menyampaikan pendapat, dan melaksanakan rapat setiap pekan. Yang awalnya engga kebayang dan engga kepikiran akan menerima ini, kaget? Pasti. Dua tahun mengemban Amanah ja...

Pertemanan di Usia Dewasa

Gambar
  Aku dan ketiga temanku ini sering melakukan sharing session di usia menjelang 30an. Kami baru sadar ternyata tinggal kami saja di kelas yang belum berumah tangga, saat teman-teman yang lain ada yang menikah saat masih kuliah. Sebenarnya ada hal lain yang kami fokuskan selama sekolah, udah mah kami hanya fokus rutinitas dari kampus ke kosan. Dan bukan anak organisasi yang terlibat begitu lama di kampus. Bagi kami lama-lama di kampus selain belajar menjenuhkan hehe. Padahal bisa aja pas itu, kami menyeleksi calon ya Namanya juga males jadi kesannya mending berdiam diri di kosan sambil nonton. Menyesal lah sekarang wkwk Kesibukan kami setelah lulus kuliah ya bekerja dan belanja, ada moment bekerja dan belanja menjadi satu. Setiap bulan kami merutinkan untuk bertemu di Kota Bogor atau di tempat yang menurut kami cozy wkwk. Bisa jadi tempat baru yang kami kunjungi dan liat di Tiktok, atau tempat viral yang menjual makanan lucu haha. Ya emang seperti inilah kegiatannya, kadang ikut k...

“Teh, Ko Bisa?”

Gambar
  Pekan kemarin aku dibuat bingung oleh ceritaan seseorang akan saudaranya yang dekat dengan sosok laki-laki yang memiliki latar belakang berbeda. Di mana latar belakang laki-laki ini sangat jauh sekali dengan si perempuan, dan dipertemukan kembali saat sudah dalam keadaan dewasa, ya ceritanya cinta monyet. Aku bingung bagaimana meresponnya, karena yang ku ketahui, semua orang ada di posisi seperti saat ini itu sudah menjadi pilihannya dan tidak gampang. Itulah kenapa judul jurnaling ini aku pakai judul “Teh Kok bisa?” maksud aku bisa dalam hal apa? Kalau untuk kelabilan yang aku alami setiap remaja mungkin pernah. Tapi, untuk menentukan pilihan seseorang yang akan dibawa seumur hidup aku gamau ambil resiko kalau memang pribadinya masih kurang baik. Bukan tugasku untuk mengubah karakternya, ada sebuah tanggung jawab yang harus diselesaikan secara individu. Jika karena kedekatannya dengan seseorang jadi objek motivasi rasanya harus direvisi. Kalau yang aku tau, perempuan meman...

Simple Things

Gambar
  Tak ada yang perlu diromantisasi, atau sengaja dieuforiakan di perbatasan usia ini. Memang berat tapi sudah menjadi kenyataan dan sebuah fakta yang ada. Sepertinya manusia di usia mudanya akan terus melakukan hal-hal yang tidak ada pelarangannya oleh siapapun. Hmm menuju kepala 3, semoga tidak ada lagi hal-hal yang penuh dengan kemubadziran dan kesia-siaan dalam menentukan pilihan. Menginjak usia 20-an aku sangat menyukai dunia perkuliahan, dekat dengan teman-teman di perantauan dan survive saat jauh dengan keluarga khususnya dengan orang tua. Mungkin sangat terjal untuk menginjak usia 20-an yang cukup tertatih saat mencari dan menentukan perguruan tinggi. Pernah mengalami rasanya ditolak seperti apa, dan memulai kembali saat semuanya sudah berjalan di satu tahapan. Menginjak usia 23-an awal karierku mulai, menentukan tempat tujuan untuk pulang selain rumah. Memulai kenyamanan dengan lingkungan yang jauh sangat berbeda sebelumnya, membuka diri dari ketidaktahuan. Belajar...

Kembali Hidup Sehat

Gambar
Aku paling skeptis sama makanan yang membuat gemuk, karena dari SMP aku selalu berspekulasi makan banyak ternyata badanku gk gemuk-gemuk. Pertengahan kelas 11 SMA badanku mengalami penyusutan karena dibebankan banyaknya pelajaran yang harus diserap, les bahasa Inggris dan tugas yang bejibun. Awal kelas 12 SMA badanku mengalami pemerosotan lagi karena disibukkan dengan pendaftaran kuliah dan tes kuliah. Eh ternyata berat badanku akan tetap sama juga saat duduk di kursi perkuliahan stuck di berat badan 46-48 kg. Walau dulu pas SMA kelas 10 berat badanku sampai 50 kg. Waw bagiku itu pertama kalinya aku disebut gemuk oleh orang di sekelilingku. Seiring berjalannya waktu berat badanku stagnan di perkuliahan hingga sampai 49 kg. Mungkin saat itu diriku belum punya penghasilan jadi mau jajan dan nongkrong pun harus menjadi pengajar bimbel sampai punya pendapatan tambahan hahaha. Sungguh memilukan saat itu tapi seru, dapat pelajaran yang paling berharga. Setelah bekerja, berat badanku sa...

Be the Best Version of You

Gambar
Kawan, apa sih pencapaian yang ingin kamu lakukan jika di usia 25 tahun ke atas? Mungkin kita enggak kepikiran kalau di usia sekarang akan berprofesi seperti saat ini. Menjadi guru dan berkecimpung di dunia pendidikan jauh dari angan-anganku dulu. Yang ku impikan bekerja tapi engga tau bekerja di bidang apa, di masa remaja hal yang kusukai hanya baca majalah, pergi ke warnet, dan nonton tv. Apa cita-citamu terus berubah seiring dengan usia? Jika ditanya saat ini di usia 30 tahun, rasanya sangat masuk akal. Saat aku capek rasanya ingin nyerah tapi di satu sisi aku suka proses belajar dari berprofesi menjadi guru ini. Aku suka dikejar deadline mengerjakan tugas, aku suka aroma buku yang aku baca, aku suka rasanya buka laptop dan submit tugas ke dosen. Aku suka berkecimpung di dunia pendidikan ini. Rasanya menjadi manusia pasti inginnya terus berkembang bukan melebihi orang lain, tapi menjadi terbaik dari yang terbaik sebagai pribadi sendiri. Kemarin aku bisa mengerjakan hal menjahit,...

Untuk Pendidikan

Gambar
Waktu 16 tahun mengenyam pendidikan ternyata kurang bagiku untuk banyak menghabiskan dengan buku di waktu luang. Yang kupunya waktu 24 jam saja kadang masing kurang untuk dipakai hal bermanfaat lain, di lapangan akan sangat bentrok dengan agenda lainnya. Entah rapat atau agenda presentasi yang menguras energi.   Buku-buku yang kubaca sangat mempengaruhi jalannya pikiranku terhadap pencarian solusi yang dihadapi, kapan ku berbuat dan saatnya menemukan solusi dari adanya masalah tersebut. Mungkin ini yang ku kagetkan dipertemukan dengan seseorang yang tidak mau diajak diskusi hal serius. Ada keresehan yang ku alami beberapa tahun terakhir. Tentang ambisi yang mengebu-gebu dan planning yang terlalu jauh buat dijangkau. Jika ada urusan selain persoalan pendidikan adakah yang lebih berfaedah ku perlu tahu? Jika ditanya apa yang kamu sukai? Aku amat menyukai kegiatan yang dapat membuat diriku terus berkembang dan menambahkan pengetahuan baru. Merasakan haus terus akan pendidikan apakah...

Kejenuhan dengan Benda Bernama HP

Gambar
Berselancar di sosial media ternyata memberikan efek yang begitu candu dari segi aktivitas. Selama seharian bekerja di depan layar laptop dan berinteraksi dengan banyak orang, aktivitas bermain instagram sebagai penghibur di kala suntuk. Aku memiliki akun Instagram hanya 1 yaitu buat hiburan awalnya saat awal-awal kuliah. Feed yang kurang begitu rapi karena belum mengenak branding diri. Instagram bagiku sebagai hiburan semata bukan untuk pengembangan diri atau hal lain. Dari semua sosial media yang paling aku sukai aplikasi Twitter atau yang sekarang berubah Namanya menjadi X. Platform yang masih sering aku akses sekadar penasaran dengan hal yang sedang viral. Bermain Instagram berbeda saat setelah lulus kuliah, dunia pekerjaan menjadikan sosial media ini menjadi ajang personal branding . Saat itu aku belum ingin menginstal aplikasi Tiktok. Semua aplikasi sosial media sama aja rasanya hanya untuk hiburan, pikirku. Ternyata, lambat laun dari aplikasi Instagram ini aku menemukan si...

Serdik di Usia 28 Tahun

Gambar
Obrolan seperti ini sering saya dengar di obrolan keluarga besar, katanya jika ingin menjadi guru harus lekeun (sabar) istilah dari bahasa Sunda. Di mana posisi seorang manusia perlu sabar dalam melakukan hal yang dikerjakannya. Hidup dan beraktivitas di keluarga yang mayoritasnya menjadi guru, seakan melabeli diriku dan adik bahwa tidak ada profesi lain yang cocok untuk perempuan selain menjadi guru. Hal yang pertama aku dapat dari nasihat bapak saat ingin melanjutkan Pendidikan di perguruan tinggi ialah memilih profesi yang nyaman jika nanti menjadi istri dan ibu. Walau dari segi penghasilan tidak seberapa tapi orang tua sangat mendukung penuh untuk melanjutkan Pendidikan. Oke lah, undangan Pendidikan Profesi Guru ini aku terima di usia 28 tahun, namun persipaannya butuh beberapa bulan. Di mulai pemberkasan daring dan luring, ada beberapa persyaratan yang harus diunggah dan dilengkapi. Awalnya diriku penuh kegalauan karena di akun SIMPKB tidak muncul kalimat selamat anda menda...

Kenapa Lanjut S2?

Gambar
Ini pendaftaran pascasarjana saya yang ketiga kalinya setelah beberapa kali lolos pendaftaran berkas tapi tidak melunasi daftar ulang. Beberapa pertimbangan saat itu tidak melengkapi sampai tahap akhir, yang paling mengenaskan sudah lolos dan diberikan kesempatan oleh pihak kampus, di waktu yang bersamaan saya keterima Pendidikan Profesi Guru. Dari beberapa konteks yang paling masuk akal, selain kegiatannya yang saya rindukan proses belajar di kelas adalah kegiatan yang sangat candu bagi saya. Selain urusan hubungan percintaan yang tidak bisa saya selesaikan solusinya, mending saya melanjutkan pendidikan. Disibukkan dengan hal yang masih bisa saya selesaikan dengan penalaran hehe. Setelah selesai S1 saya disibukkan dengan kegiatan pekerjaan mengajar di satuan pendidikan swasta sekolah menengah pertama. 3 tahun mengajar di instansi swasta saya mendapat panggilan untuk Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan di mana perlu melakukan daring selama beberapa bulan. Setelah selesai dalam ...

Mengulas Karakter Mai di Mata Perempuan

Gambar
Selama liburan kemarin saya melihat tontonan yang sangat luar biasa, ini berdasarkan rekomendasi media sosial yang setiap hari saya scroll. Saya menonton melalui aplikasi OTT dengan durasi waktu yang tidak begitu lama. Alur pertama berkisah tentang seorang perempuan yang menempati apartemen dengan lingkungan yang kurang baik. Di mana lingkungan tersebut kerap dianggap sebelah mata dan penduduknya sangat jauh dari kata positif. Sebut saja lingkungan prostitusi, tokoh utamanya bernama Mai. Scene pertama hanya menampakan bagaimana kondisi seorang perempuan yang berpindah ke lokasi baru tanpa menjabarkan permasalahannya apa. sumber gambar : sonora.id Hingga di suatu saat, tokoh pendukung bermunculan hingga sosok laki-laki dengan kemisteriusannya mendekati Mai secara perlahan bernama Sau. Mai bekerja sebagai terapis di sebuah tempat pijat, yang di mana tempat kerjanya pun hampir sama dengan lingkungan tempat tinggalnya. Orang-orang di sekeliling Mai, sungguh dekat dengan dunia negatif he...

Perpustakaan Cikini, Taman Ismail Marzuki

Gambar
  Perpustakaan Cikini adalah perpustakaan daerah yang berstatus perpustakaan tingkat provinsi. Perpustakaan ini berlokasi di Kompleks Pemajuan Kebudayaan Taman Ismail Marzuki, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Untuk ke lokasi perpustakaan sangat mudah, jika dari arah Tangerang teman-teman bisa memakai transportasi umum seperti commuter line lalu transit di Stasiun Manggarai lalu melanjutkan ke Stasiun Cikini. Namun jika tidak mau ribet, bisa memakai kendaraan online langsung sampai tujuan.   sumber gambar : Dokumentasi pribadi Teman-teman jika ingin mengunjungi Perpustakaan Cikini cukup terjangkau, perpustakaan ini berlokasi di komplek Planetarium dan Taman Ismail Marzuki (TIM). Pemandangannya pun sangat berbeda dengan saat dulu, saya mengunjungi TIM di tahun 2014 saat menjadi mahasiswa suasananya sangat berbeda dengan sekarang, jika saat dulu ke TIM ingin melihat pertunjukan teater saat ini bisa membaca koleksi buku...