Kejenuhan dengan Benda Bernama HP


Berselancar di sosial media ternyata memberikan efek yang begitu candu dari segi aktivitas. Selama seharian bekerja di depan layar laptop dan berinteraksi dengan banyak orang, aktivitas bermain instagram sebagai penghibur di kala suntuk. Aku memiliki akun Instagram hanya 1 yaitu buat hiburan awalnya saat awal-awal kuliah. Feed yang kurang begitu rapi karena belum mengenak branding diri. Instagram bagiku sebagai hiburan semata bukan untuk pengembangan diri atau hal lain. Dari semua sosial media yang paling aku sukai aplikasi Twitter atau yang sekarang berubah Namanya menjadi X. Platform yang masih sering aku akses sekadar penasaran dengan hal yang sedang viral.


Bermain Instagram berbeda saat setelah lulus kuliah, dunia pekerjaan menjadikan sosial media ini menjadi ajang personal branding. Saat itu aku belum ingin menginstal aplikasi Tiktok. Semua aplikasi sosial media sama aja rasanya hanya untuk hiburan, pikirku. Ternyata, lambat laun dari aplikasi Instagram ini aku menemukan sisi lain selain sebagai sharing kegiatanku yang mungkin cukup hambar itu-itu saja. Namun, sosial media ini bisa kita jadikan sebagai ajang flexing dan branding ahaha itu bisa kita lihat dari sudut pandang yang lain ternyata.

Terus kalau seru kenapa dinonaktifkan?

Aku merasakan kejenuhan yang sangat kompleks sebagai makhluk yang rutin bersosialisasi di dunia nyata. Kejenuhanku hingga berada di titik puncak atau bahkan paling puncaknya tidak ingin diganggu sama siapa pun. Termasuk dunia maya, ku pikir semua sosial mediaku tidak ada yang berbeda semua kawan-kawanku pun sama berteman di sosial mediaku. Lantas kenapa aku harus membagikan momen yang harus orang lain tau?

Bermain instagram hanya akan menghambat keseharianku dalam aktivitas lain, instagram membuatku lalai dengan membaca buku. Instagram membuatku ilfeel terhadap seseorang, instagram membuatku kecewa akan sisi personal branding. Sikap seseorang yang merasa terintimidasi dari prestasi dan sikap prestise namun dianggap sebagai keangkuhan.

Sebulan lebih aku tidak bermain sosial media Instagram ternyata rasanya awal-awal sangat hampa. Maka dari itu aku menginstal aplikasi Tiktok sebagai pengganti. Ah ternyata sama saja wkwk aku mengalami kebosenan juga sama halnya saat berselancar di Instagram. Terus apa yang bisa kamu lakukan saat mengalami kejenuhan di puncak?

Banyak aktivitas yang ku lakukan untuk mengatasi kejenuhan ini, salah satunya dengan menulikan uneg-uneg hingga menjadi sebuah tulisan yang utuh. Kelas menulis untuk dibukukan, bisa menjadi solusiku daat mengalami bornout. Apa ini sikap bornoutku terhadap sesuatu sehingga berefek ke segala hal? Semoga hanya sementara. Atau bahkan rasanya aku perlu bermain ke alam, melihat suasana alam yang asri dan kehijauan dalam bentuk daun dan udara segar. Ya, semoga dapat direalisasikan kemudian hari. Bukan hanya di Jawa Barat hahaha jenuh juga lama-lama di Jawa Barat.

Aku menonaktifkan semua notifikasi yang muncul di handphone, semua aplikasi ku setting untuk tidak muncul notifikasi. Misalnya, aku menonaktifkan notifikasi pesan Whatsapp agar tidak berisik, bahkan e-comerce pun aku setting semuanya. Hahaha kebayangkan bagaimana diriku membutuhkan ketenangannya dari sosial media. Atau jangan-jangan aku akan merasa aman jika tidak memiliki handphone? Haha mungkin nanti saat liburan saatnya untuk menonaktifkan semuanya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Last Ramadan 2025

Berbagi Praktik Baik Menyajikan Deskripsi dalam bentuk Tulisan (menerapkan struktur kohesi dan koherensi)

Salat Tiangnya Agama