Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 21, 2018

[REVIEW BOOK] Mahar Untuk Maharani Karya Azhar Nurun Ala

Gambar
Sarjana? Kerja jadi petani? Kembali ke kampung halaman? Jauh-jauh kuliah ke kota nyatanya jadi petani.  Mungkin itu yang ada di benak Salman ketika memutuskan kembali ke kampung halamannya, bertemu ibu tercinta dan sang pujaan hati, bernama Maharani. Teman masa kecil, yang bermetamorfosa menjadi mutiara yang memesona.  Kisah romantis, tentang masa depan, masa lalu yang (masih) belum kelar. Salman seorang mahasiswa biologi UI tingkat paling akhir, yang sedang berusaha untuk lulus agar segera memberi yang terbaik demi pujaan hati. Maharani, perempuan dengan lulusan luar negeri yang teduh, dan sholeh cocok menjadi idaman para kedua laki-laki teman semasa kecilnya, ialah Salman dan Dimas. Dimas tokoh pendukung yang menjadi saingan Salman dalam mencuri hati Pak Umar. Serta sosok laki-laki Ajran sebagai figur di masa depan mengalahkan Salman.  Dari berbagai perjalanan, puluhan kilometer rindu menggema pada hati perempuan tangguh, teduh, sholehah, cerdas bernama Maharan...

[REVIEW BOOK] Tuhan Maha Romantis Karya Azhar Nurun Ala

Gambar
Cinta memang kata kerja dan bukan kata benda. Maka ia terus bergerak tak pernah berhenti. Ia ditakdirkan menjadi kata yang begitu berkarakter, penuh daya dobrak tapi tetap saja sulit untuk didefinisikan, sehingga begitu dahsyat. - Anis Matta Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.  Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa menganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertebaran di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah ia kembali tenang: seperti seekor harimau yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling sa...