MEIRA [cerpen]
Meira Karya Amelia Rosliani Usianya tiga tahun saat kejadian itu berlangsung, di hidupnya ia hanya mengenal angka dan notasi balok yang rutin dimainkan. Oma dan opa mengenalkannya pada permainan itu agar mengalihkan pertanyaannya yang kadang harus memutar otak saat mencari jawaban. Meira tiga tahun, belum mengenal hati tulus manusia di sekelilingnya, perasaan yang digandakan, hati yang tersayat walau rupa harus menunjukan makna bersyarat. sumber gambar : pexels.com Dunia terlalu munafik untuk Meira kenali dan selami, kehidupan terlalu abstrak untuknya pelajari, dan percakapan pun sulit dicerna seiring bertambahnya usia. Meira terbiasa dilayani, bukan melayani. Tahun-tahun berlangsung, sifat melayaninya Meira berubah saat ditinggal oleh orang-orang tersayang. Manusia tidak bisa berjanji untuk selalu hidup lebih lama di dunia, manusia pun terlalu arogan untuk tetap meminta hidup dipanjangkan. Jika kenyataannya banyak sekali perilaku yang membuat jengkel semesta. Meira ke...