Salat Tiangnya Agama
Kalau dapat dianalogikan salat menjadi tiang agama diibaratkan seperti tumpukan batu yang terdiri dari lima tumpukan. Kelima tumpukan tersebut menahannya satu sama lain. Dimulai dari tumpukkan paling atas, tengah, kemudian di bagian akhir. Sebuah filosofi yang sangat masuk akal. Salat menjadi tanggung jawab setiap masing-masing individu. Tidak dapat dititipkan kepada amalan orang lain. Sebuah tiang akan roboh, jika tumpukannya hilang atau rapuh. Maka akan sangat berefek ke segala sisi dan ke segala aspek. Allah memerintahkan kepada Nabi Musa AS untuk mentauhidkan Allah dan menegakkan salat. Salat ini merupakan tiang agama. Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh HR. Ahmad “Ketauhilah bahwa sebaik-baiknya amal kalian adalah salat” Salat harus ditegakkan oleh kaum muslimin, bukan hanya di suatu wilayah saja. Ini perintah dan harus dilakukan oleh umat muslim di segala kondisi. Sekali pun dalam kondisi kurang baik dan sehat. Namun, tiang ini perlu dijaga agar tetap...