Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Launching Buku Megat di Universitas Indonesia, Depok

Gambar
 Semasa kuliah saya mengenal sosok dosen yang amat nyentrik dan unik dari cara mengajarnya, namanya Pak Maman S. Mahayana, jika penasaran silahkan cari di pencarian google sosok seperti apa beliau ini. Satu semester saya belajar dengan beliau di mata kuliah menulis populer, di mana materi perkuliahannya berkaitan tentang tulis menulis karya berupa cerpen, puisi, atau bahkan essai yang akan dimuat di media cetak.  Mengikuti perkuliahan beliau ini bagi saya amat langka, secara beberapa penghargaan yang telah diterimanya dari Presiden SBY dalam penghargaan yang berkaitan dengan kesusastraan. komentar-komentar beliau yang  sering terpampang di buku-buku sastra di toko buku, dan perkuliahan yang amat luar biasa digabung menjadi 3 kelas sekaligus. Waktu itu kelas kami mendapat kesempatan untuk digabung dengan kelas lain, alhasil komposisi mahasiswa di ruangan tersebut menjadi banyak alhasil sangat susah sekali untuk duduk paling depan di mata kuliahnya. Saya masih inget, beliau...

[cerbung 2] Percakapan Pertama Keyla.

Gambar
Ternyata kenangan yang membuntuti diri manusia secara perlahan, mendekati kebahagiaan atau memilih untuk menyedihkan untuk menjalaninya. Pertemuan di halte itu menjadi awal pecakapan-percakapan berikutnya, di bulan-bulan berikutnya. Tapi, apakah akan terus berlanjut seperti kenangan yang terus melekat pada diri manusia? “Keyla ya,,” ucapnya sambil menjulurkan tangan, meminta untuk berjabat. Ku geser posisiku, untuk menjabat uluran tangannya. Tak terpikirkan untuk melihatnya lebih jelas pada saat hujan turun di sore ini. Aku yang tidak begitu tertarik dengan isu-isu yang dibahas orang-orang di kelas ternyata sosok itu ada di hadapanku saat ini. sumber gambar : www.google.com Mengulurkan tangannya. “Ada apa yaa,” kataku sambil menggeser barang-barang yang sedari tadi menjadi pameran pendukung kami di halte. “Seriusan gak inget?” dengan posisi memastikan kaca helmnya terpasang kembali agar tidak terkena air hujan. Seakan masih berusaha mengingat memori sebelumnya. Ku coba meng...

[cerbung 1] Hi, Keyla..

Gambar
  Sore itu gerimis turun secara perlahan menghentikan aktivitasku secara instan Sebelum hujan deras membasahiku dengan sempurna, ku kemasi barang-barang dengan sigap Tegap, secara siap derasan air menghujaniku secara bertahap Lalu kucoba berlari mencari peristirahatan yang tepat Sebelum semuanya terlambat, kuberlari ke tempat lalu rehat sejenak Ku duduk termangu melihat pemandangan yang tidak biasa setelah hujan reda payungku   ku letakan jauh dari senderan kursi. Basah kuyup bajuku akibat berlari dari lapangan ke sebuah halte. Ya halte Tempatku untuk mengeringkan pakaian, walau hanya sebuah ironi Saat hujan mengharapkan pakaian kering. Di satu tempat yang berbeda, dalam kejauhan pandangan kulihat seseorang memakai helm retro menghampiriku tanpa sepatah kata pun terucap. Lekas ia parkirkan kendaraannya dengan kehati-hatian Tanpa ia sadari ada yang berdegup sangat kencang hatinya Dari kejauhan, jika ingin bernegosiasi apakah hujannya dibuat lama? H...

Pulang [sepenggal sajak...]

Gambar
  Pulang Oleh : Amelia Rosliani sumber gambar : kompas.com Rumah, menjadi objek yang paling diinginkan ketika rasa letih melanda dari segala macam aktivitas ibu kota. Kerumunan berjejal, memaksa masuk commuter line dengan siap dan siaga. Bukan untuk mencari yang menang dan kalah, hanya ada satu kata lagi penambah kata rumah. Pulang. Manusia berlari-lari, menghindari kemacetan atau bahkan menikmatinya, tanpa kita sadar kedua kata tersebut saling berkaitan, berkorelasi membentuk kalimat pertanyaan “Jadi, di mana rumahmu untuk pulang?”   Manusia kadang banyak memikirkan waktu yang tak perlu. Kegelisahan Kekecewaan Rasa khawatir yang berlebihan atau bahkan kesedihan merupakan hasil akhir dari rasa yang berharap yang terlalu dalam. Sebentar, “bukannya pangkal kesedihan itu manusia sendiri yang menciptakannya? Itulah hidup, banyak kejadian yang tidak terduga atau bahkan diduga-duga karena adanya sebab. Tapi, ketidakpastian bukankah pangkal ketidakjelasan...

[REVIEW BOOK] Bonus Demografi 2030 Karya Astrid Savitri

Gambar
  Bonus Demografi 2030   sumber gambar : tokopedia.com Pertama saya tertarik membaca buku ini pada saat salah satu personil band yang melakukan ulasan secara virtual. Selama ini saya membaca buku-buku yang berkaitan dengan imajinasi/ fiksi yang diberikan penulis agar pembaca merasa tenggelam di lautan alur serta plotnya. Nyatanya memang usia sangat memengaruhi seseorang dalam segi bacaan wkwk. Sekarang rasanya semua buku yang dibaca oleh saya sangat random, ada yang berisi tentang biografi, pengembangan diri, hingga berbau politik well sangat random. Tapi, untuk ilmu bukankah tidak ada pengelompokan atau pembedaan yaa, selagi itu memberikan informasi yang penting bagi kehidupan serta memberikan manfaat ke depannya yang bagus, boleh deh dicoba. Nah , buku yang berjudul Bonus Demograsi 2030 ini secara keseluruhan membahas bagaimana teknologi dapat menemani perubahan manusia di tatanan lingkungan bermasyarakat dari dulu hingga kini. Buku ini terdiri dari beberapa Bab yang t...

Buta... [sepenggal sajak]

Gambar
 Buta Amelia Rosliani sumber gambar : pinterest.com Buta Nyatanya zaman sekarang untuk mendefinisikan kata itu ada banyak makna Nyatanya zaman sekarang untuk melihat kondisi sekitar tidak perlu berlelah-lelah memakai kacamata Pandangan seseorang seringkali dibutakan oleh sekitar Misal, hal yang tak Nampak   Terkelabui ilusi Pandangan terhalang kesubjektivitasannya opini Pandangan terhalang keeratan kekerabatan sepihak Objektivitas hilang seketika Terhalang opini tak berlandaskan fakta   Buta Manusia sering kali dilupakan oleh hal sementara Sementara dimilikinya Sementara diraihnya Sementara didudukinya Sementara dirangkulnya Dan, Sementara yang dipakainya   Seolah bertanya kepada angin Seakan dikelabui

Empty City

Gambar
  Ibu Kota yang Hampa sumber gambar :tripadvisor.com ibu kota kali ini hampa derau kebisingan membisu pada semesta manusia-manusia berdiam diri dalam cangkang menikmati waktu senggang dengan pohang rekreasi pikiran dibui sementara tanpa kejelasan yang ada aktivitas terhambat, ozon melambat   kekosongan yang terjadi bukan tanpa adanya sebab dan akibat kesebaban yang terjadi manusia minim dalam sebuah perayaan perayaan yang dibuat-buat perayaan tanpa tolelir   jika keberagaman letak dari sebuah keharusan seharusnya manusia menjadi lebih terjaga terjaga dari kehipnotisan alam terjaga dari kefananaannya intuisi dan terjaga dari kehedonisan hidup  

[REVIEW BOOK] Guru Aini Karya Andrea Hirata

Gambar
  Guru Aini, Karya Andrea Hirata Sumber gambar : katapakwe.com Judul buku      : Guru Aini Penulis             : Andrea Hirata Penerbit           : PT Bentang Pustaka Tahun Terbit   : 2020 Tebal   hal       : 336 halaman “Konon, berdasarkan penelitian antah-berantah, umumnya idealism anak muda yang baru tamat dari perguruan tinggi bertahan paling lama 4 bulan. Setelah itu, mereka akan menjadi pengeluh, penggerutu, dan penyalah seperti banyak orang lainnya, lalu secara menyedihkan terseret arus deras sungai besar rutinitas, basa-basi birokrasi lain tunduk patuh pada system yang buruk,adakalanya korup, yang jangankan akan mereka ubah, seperti cita-cita mereka semula. Mempertanyakannya saja mereka sungkan.” Sebuah kutipan yang tertuang di salah satu paragraf novel tersebut, buku ini terbit di...

MEIRA [cerpen]

Gambar
  Meira Karya Amelia Rosliani Usianya tiga tahun saat kejadian itu berlangsung, di hidupnya ia hanya mengenal angka dan notasi balok yang rutin dimainkan. Oma dan opa mengenalkannya pada permainan itu agar mengalihkan pertanyaannya yang kadang harus memutar otak saat mencari jawaban. Meira tiga tahun, belum mengenal hati tulus manusia di sekelilingnya, perasaan yang digandakan, hati yang tersayat walau rupa harus menunjukan makna bersyarat. sumber gambar : pexels.com Dunia terlalu munafik untuk Meira kenali dan selami, kehidupan terlalu abstrak untuknya pelajari, dan percakapan pun sulit dicerna seiring bertambahnya usia. Meira terbiasa dilayani, bukan melayani. Tahun-tahun berlangsung, sifat melayaninya Meira berubah saat ditinggal oleh orang-orang tersayang. Manusia tidak bisa berjanji untuk selalu hidup lebih lama di dunia, manusia pun terlalu arogan untuk tetap meminta hidup dipanjangkan. Jika kenyataannya banyak sekali perilaku yang membuat jengkel semesta. Meira ke...

[OPINI] Misunderstand

Gambar
  Misunderstand sumber gambar : islam.co Ketidakmengertian manusia memang beraneka ragam, untuk dapat memahami dan dipahami pasti memerlukan waktu yang begitu instan. Mengerti perasaan, misalnya. Kadang menjadi sebuah jenis ambiguitas. Penyampaian maksud yang belum sesuai atau bahkan tidak sesuai dengan konteks lawan bicara. Akhirnya, muncullah kata “ketidakmengertian” manusia makhluk kaya kata-kata. Jika kata dipakai untuk bicara tidak mampu diungkapkan, akan banyak media lain sebagai pembantunya. Nyatanya. Perbedaan sikap dan konteks yang kadang membuat lawan bicara menjadi salah penafsiran. Keterlibatan perasaan kadangkala menjadi sebuah objek dalam kesalah pahaman. Menitik beratkan perasaan akan banyak sekali yang dialami, dan memiliki konsekuensi yang begitu sekelumit problem. Hati-hati dalam melibatkan perasaan Hati-hati jika sudah terkungkung Hati-hati jika sudah terlibat Antara individu lainnya yang membedakan hanya karena ingin dimengerti Ketidakmengertian ka...

Boschaa Yang Masih Menjadi Impian

Gambar
  Boschaa Yang Masih Menjadi Impian Tulisan ini mengandung bawang dan kenangan, bagi generasi 90-an siap-siap harus menahan perasaan karena mengenak masa-masa kecil yang jauh dengan gawai. Masa lalu, terutama kenangan masa kecil menjadi kenangan sangat saya kenang dan terharu. Masa di mana untuk pertama kalinya diajak merantau oleh keluarga, menemukan suasana baru di kota orang lain. Film drama musikal yang diperankan oleh Derby Romeo dan Sherina Munaf menjadi film yang sangat diminati oleh anak-anak masa itu, terutama yang lahir di tahun 1990-an. Kenapa ya? Memasuki tahun 2000-an ialah menjadi masa penentu, masa di mana kita sebagai generasi 90-an belum begitu lumrah dengan alat teknologi yang sekarang ramai dipergunakan anak-anak masa kekinian. Saya memiliki masa kecil yang amat sangat mengesankan, masih bisa bermain di tengah hamparan sawah yang selesai di panen, melihat pemandangan tengkulak menimbang berton-ton gabah dari pengepul, menyaring ikan di sungai, mencuci baju ...

[REVIEW BOOK] Xenoglosofilia, Kenapa Harus Nginggris?

Gambar
  Xenoglosofilia, Kenapa Harus Nginggris?             Agustus ini banyak sekali yang ingin saya ulas, tak hanya buku yang telah saya selesaikan tuk dibaca. Well, berhubung pandemi dan waktu luang lumayan banyak untuk rebahan, alangkah baiknya dipakai untuk mengisi aktivitas yang bermanfaat. Bermanfaat tak hanya untuk raga, tapi untuk pikiran. Terlebih mengenai pengetahuan, ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengisi aktivitas pada saat pandemic ini, termasuk membaca buku. Buku apa yang dibaca bulan ini? Buku pertama yang sudah saya selesaikan ialah buku berjudul Xenoglosofilia kenapa harus nginggris?   karya Uda Ivan Lanin, sang wikipediawan bahasa yang sangat popular atas kecintaannya terhadap dunia linguistik. Melihat latar belakang snag wikipediawan sangat bertolak belakang dengan buku yang beliau tulis. Saya mengenal dalam artian hanya sebatas di sosi...