Postingan

Salat Tiangnya Agama

  Kalau dapat dianalogikan salat menjadi tiang agama diibaratkan seperti tumpukan batu yang terdiri dari lima tumpukan. Kelima tumpukan tersebut menahannya satu sama lain. Dimulai dari tumpukkan paling atas, tengah, kemudian di bagian akhir. Sebuah filosofi yang sangat masuk akal. Salat menjadi tanggung jawab setiap masing-masing individu. Tidak dapat dititipkan kepada amalan orang lain. Sebuah tiang akan roboh, jika tumpukannya hilang atau rapuh. Maka akan sangat berefek ke segala sisi dan ke segala aspek. Allah memerintahkan kepada Nabi Musa AS untuk mentauhidkan Allah dan menegakkan salat. Salat ini merupakan tiang agama. Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh HR. Ahmad “Ketauhilah bahwa sebaik-baiknya amal kalian adalah salat” Salat harus ditegakkan oleh kaum muslimin, bukan hanya di suatu wilayah saja. Ini perintah dan harus dilakukan oleh umat muslim di segala kondisi. Sekali pun dalam kondisi kurang baik dan sehat. Namun, tiang ini perlu dijaga agar tetap...

Sikap Kebahasaan Para Pemimpin

Gambar
Selang beberapa bulan setelah pelantikan presiden, rasanya minim sekali informasi kebaikan yang diinfokan di media. Rakyat dibuat bingung, dipaksa harus menerima segala keputusan yang banyak diperuntungkan kepada kaum penguasa. Dari elemen bawah hingga atas, para wakil yang dipilih masyarakat selalu menyampaikan komentar nirempati kepada masyarakat. Banyak mirisnya dan banyak malunya dengan banyaknya isu yang tersebar saat ini. Segala keputusan yang minim komunikasi, kebijakan yang disembunyi-sembunyikan, komentar yang nirempati, dan segala bentuk sikap yang tidak menunjukan sisi kebaikan mana pun. Dokumentasi pribadi Ameliarosliani Sikap berbahasa yang perlu dimiliki seorang pemimpin perlu bijak dalam melontarkan perkataan yang akan diserap oleh masyarakat. Terhindar dari fitnah, rasa ketersinggungan yang menimbulkan meluapnya amarah masyarakat. Ternyata, ranah komunikasi ini minim sekali dimiliki oleh para pemimpin kita saat ini di era yang padahal sudah sangat modern sekali. Padah...

SSG [ Santri Siap Guna ] Daarut Tauhiid

Gambar
  Bandung saat subuh hari dan malam hari jelas sangat berbeda. Suasana Bandung setiap tahun yang dikunjungi pun memberikan kesan yang selalu berbeda. Kali ini kakiku menapakkan di Kota Kembang bukan untuk solo traveling maupun bersama keluarga, melakukan safari kajian. Melainkan mengikuti SSG, kegiatan yang sudah lama aku kenal namun belum pernah mengikutinya. Aku tidak pernah membayangkan akan merasakan Bandung di tengah malam, sendirian tanpa obrolan hangat bersama keluarga yang biasa kami lakukan setiap tahun hari. Momen ini, menjadi momen luar biasa yang kualami di tengah kesendirian di tengah hutan pikiranku banyak termenung dan beristigfar menyebut asma-NYA.  Dua kali kami berjumpa dengan Aa Gym dan berkesempatan mendengarkan kajiannya di Masjid Daarut Tauhiid, Gegerkalong Bandung. Syahdu, adem, dan penuh hikmat tidak ada obrolan dan kebisingan yang dirasakan. Isi kajiannya yang dapat ku rangkum di sore itu sebelum berangkat ke lokasi perkemahan. Perlunya sebagai manus...

Blesed Circle at Kopi Nako BSD

Gambar
  Pertemuan ini aku duga bukan hal yang disengaja, tanganku yang rapuh ini mana mungkin merencanakan hal sesuatu yang luar biasa ini. Allah pasti sudah merencanakan semua ini sesuai dengan rencana dan keinginannya. Berada di lingkungan yang luar biasa ini yang aku sukai, berada di lingkungan yang saling support perihal keilmuan dan pengalaman. Dua tahun lebih berada di lingkaran ini, dari tahapan canggung sampai merasa nyaman seperti keluarga. Berada di lingkaran yang baik dan positif saling support satu sama lain terkait ibadah harian. Bukan untuk saling menghakimi, atau untuk menyombongkan diri tetapi berusaha saling menerima satu sama lain dan saling belajar dalam hal kebaikan. Pertemuan mingguan kami mungkin singkat, hanya beberapa jam saja di setiap hari Senin. Saling bertegur sapa, bercerita, dan mengadu keluh kesah satu sama lain hehe. Di masing-masing kami, ada yang satu lembaga bahkan berbeda lembaga. Guru kami sangat inspiratif, bisa menjadi guru, teman, dan dokter saat...

Wakakur

Gambar
  Pertanyaan pertama yang dilontarkan orang tua, bisa membagi waktunya? Karena tahun ini menjadi awal tahun mendaftar kuliah pascasarjana dari rencana-rencana yang kupending kemarin. Kegalauan dan kegelisahan sering menghampiri “Bisa gak ya” “Nanti kalau tidak maksimal bagaimana” “Tugas-tugas kalau bentrok dengan agenda rapat gimana?”. Aku gak bakalan berekspektasi menerima Amanah ini, karena gambaranku di depan melanjutkan sekolah dan disibukkan dengan aktivitas menulis buku. Kalau sudah seperti ini apakah ada negoisasi terkait Amanah? Ada rencana lain yang inginku gapai, dan pilihan ini tidak ada di rencana jangka pendekku. Mengemban Amanah ini menjadi hal baru dan pengalaman asing di pikiranku. Bagaimana memimpin, memiliki staf, mendengarkan keluhan, mencari solusi, memecahkan masalah, memilih keputusan, menyampaikan pendapat, dan melaksanakan rapat setiap pekan. Yang awalnya engga kebayang dan engga kepikiran akan menerima ini, kaget? Pasti. Dua tahun mengemban Amanah ja...

Pertemanan di Usia Dewasa

Gambar
  Aku dan ketiga temanku ini sering melakukan sharing session di usia menjelang 30an. Kami baru sadar ternyata tinggal kami saja di kelas yang belum berumah tangga, saat teman-teman yang lain ada yang menikah saat masih kuliah. Sebenarnya ada hal lain yang kami fokuskan selama sekolah, udah mah kami hanya fokus rutinitas dari kampus ke kosan. Dan bukan anak organisasi yang terlibat begitu lama di kampus. Bagi kami lama-lama di kampus selain belajar menjenuhkan hehe. Padahal bisa aja pas itu, kami menyeleksi calon ya Namanya juga males jadi kesannya mending berdiam diri di kosan sambil nonton. Menyesal lah sekarang wkwk Kesibukan kami setelah lulus kuliah ya bekerja dan belanja, ada moment bekerja dan belanja menjadi satu. Setiap bulan kami merutinkan untuk bertemu di Kota Bogor atau di tempat yang menurut kami cozy wkwk. Bisa jadi tempat baru yang kami kunjungi dan liat di Tiktok, atau tempat viral yang menjual makanan lucu haha. Ya emang seperti inilah kegiatannya, kadang ikut k...

“Teh, Ko Bisa?”

Gambar
  Pekan kemarin aku dibuat bingung oleh ceritaan seseorang akan saudaranya yang dekat dengan sosok laki-laki yang memiliki latar belakang berbeda. Di mana latar belakang laki-laki ini sangat jauh sekali dengan si perempuan, dan dipertemukan kembali saat sudah dalam keadaan dewasa, ya ceritanya cinta monyet. Aku bingung bagaimana meresponnya, karena yang ku ketahui, semua orang ada di posisi seperti saat ini itu sudah menjadi pilihannya dan tidak gampang. Itulah kenapa judul jurnaling ini aku pakai judul “Teh Kok bisa?” maksud aku bisa dalam hal apa? Kalau untuk kelabilan yang aku alami setiap remaja mungkin pernah. Tapi, untuk menentukan pilihan seseorang yang akan dibawa seumur hidup aku gamau ambil resiko kalau memang pribadinya masih kurang baik. Bukan tugasku untuk mengubah karakternya, ada sebuah tanggung jawab yang harus diselesaikan secara individu. Jika karena kedekatannya dengan seseorang jadi objek motivasi rasanya harus direvisi. Kalau yang aku tau, perempuan meman...