Postingan

[cerbung 2] Percakapan Pertama Keyla.

Gambar
Ternyata kenangan yang membuntuti diri manusia secara perlahan, mendekati kebahagiaan atau memilih untuk menyedihkan untuk menjalaninya. Pertemuan di halte itu menjadi awal pecakapan-percakapan berikutnya, di bulan-bulan berikutnya. Tapi, apakah akan terus berlanjut seperti kenangan yang terus melekat pada diri manusia? “Keyla ya,,” ucapnya sambil menjulurkan tangan, meminta untuk berjabat. Ku geser posisiku, untuk menjabat uluran tangannya. Tak terpikirkan untuk melihatnya lebih jelas pada saat hujan turun di sore ini. Aku yang tidak begitu tertarik dengan isu-isu yang dibahas orang-orang di kelas ternyata sosok itu ada di hadapanku saat ini. sumber gambar : www.google.com Mengulurkan tangannya. “Ada apa yaa,” kataku sambil menggeser barang-barang yang sedari tadi menjadi pameran pendukung kami di halte. “Seriusan gak inget?” dengan posisi memastikan kaca helmnya terpasang kembali agar tidak terkena air hujan. Seakan masih berusaha mengingat memori sebelumnya. Ku coba meng...

[cerbung 1] Hi, Keyla..

Gambar
  Sore itu gerimis turun secara perlahan menghentikan aktivitasku secara instan Sebelum hujan deras membasahiku dengan sempurna, ku kemasi barang-barang dengan sigap Tegap, secara siap derasan air menghujaniku secara bertahap Lalu kucoba berlari mencari peristirahatan yang tepat Sebelum semuanya terlambat, kuberlari ke tempat lalu rehat sejenak Ku duduk termangu melihat pemandangan yang tidak biasa setelah hujan reda payungku   ku letakan jauh dari senderan kursi. Basah kuyup bajuku akibat berlari dari lapangan ke sebuah halte. Ya halte Tempatku untuk mengeringkan pakaian, walau hanya sebuah ironi Saat hujan mengharapkan pakaian kering. Di satu tempat yang berbeda, dalam kejauhan pandangan kulihat seseorang memakai helm retro menghampiriku tanpa sepatah kata pun terucap. Lekas ia parkirkan kendaraannya dengan kehati-hatian Tanpa ia sadari ada yang berdegup sangat kencang hatinya Dari kejauhan, jika ingin bernegosiasi apakah hujannya dibuat lama? H...

Pulang [sepenggal sajak...]

Gambar
  Pulang Oleh : Amelia Rosliani sumber gambar : kompas.com Rumah, menjadi objek yang paling diinginkan ketika rasa letih melanda dari segala macam aktivitas ibu kota. Kerumunan berjejal, memaksa masuk commuter line dengan siap dan siaga. Bukan untuk mencari yang menang dan kalah, hanya ada satu kata lagi penambah kata rumah. Pulang. Manusia berlari-lari, menghindari kemacetan atau bahkan menikmatinya, tanpa kita sadar kedua kata tersebut saling berkaitan, berkorelasi membentuk kalimat pertanyaan “Jadi, di mana rumahmu untuk pulang?”   Manusia kadang banyak memikirkan waktu yang tak perlu. Kegelisahan Kekecewaan Rasa khawatir yang berlebihan atau bahkan kesedihan merupakan hasil akhir dari rasa yang berharap yang terlalu dalam. Sebentar, “bukannya pangkal kesedihan itu manusia sendiri yang menciptakannya? Itulah hidup, banyak kejadian yang tidak terduga atau bahkan diduga-duga karena adanya sebab. Tapi, ketidakpastian bukankah pangkal ketidakjelasan...

[REVIEW BOOK] Bonus Demografi 2030 Karya Astrid Savitri

Gambar
  Bonus Demografi 2030   sumber gambar : tokopedia.com Pertama saya tertarik membaca buku ini pada saat salah satu personil band yang melakukan ulasan secara virtual. Selama ini saya membaca buku-buku yang berkaitan dengan imajinasi/ fiksi yang diberikan penulis agar pembaca merasa tenggelam di lautan alur serta plotnya. Nyatanya memang usia sangat memengaruhi seseorang dalam segi bacaan wkwk. Sekarang rasanya semua buku yang dibaca oleh saya sangat random, ada yang berisi tentang biografi, pengembangan diri, hingga berbau politik well sangat random. Tapi, untuk ilmu bukankah tidak ada pengelompokan atau pembedaan yaa, selagi itu memberikan informasi yang penting bagi kehidupan serta memberikan manfaat ke depannya yang bagus, boleh deh dicoba. Nah , buku yang berjudul Bonus Demograsi 2030 ini secara keseluruhan membahas bagaimana teknologi dapat menemani perubahan manusia di tatanan lingkungan bermasyarakat dari dulu hingga kini. Buku ini terdiri dari beberapa Bab yang t...

Buta... [sepenggal sajak]

Gambar
 Buta Amelia Rosliani sumber gambar : pinterest.com Buta Nyatanya zaman sekarang untuk mendefinisikan kata itu ada banyak makna Nyatanya zaman sekarang untuk melihat kondisi sekitar tidak perlu berlelah-lelah memakai kacamata Pandangan seseorang seringkali dibutakan oleh sekitar Misal, hal yang tak Nampak   Terkelabui ilusi Pandangan terhalang kesubjektivitasannya opini Pandangan terhalang keeratan kekerabatan sepihak Objektivitas hilang seketika Terhalang opini tak berlandaskan fakta   Buta Manusia sering kali dilupakan oleh hal sementara Sementara dimilikinya Sementara diraihnya Sementara didudukinya Sementara dirangkulnya Dan, Sementara yang dipakainya   Seolah bertanya kepada angin Seakan dikelabui

Empty City

Gambar
  Ibu Kota yang Hampa sumber gambar :tripadvisor.com ibu kota kali ini hampa derau kebisingan membisu pada semesta manusia-manusia berdiam diri dalam cangkang menikmati waktu senggang dengan pohang rekreasi pikiran dibui sementara tanpa kejelasan yang ada aktivitas terhambat, ozon melambat   kekosongan yang terjadi bukan tanpa adanya sebab dan akibat kesebaban yang terjadi manusia minim dalam sebuah perayaan perayaan yang dibuat-buat perayaan tanpa tolelir   jika keberagaman letak dari sebuah keharusan seharusnya manusia menjadi lebih terjaga terjaga dari kehipnotisan alam terjaga dari kefananaannya intuisi dan terjaga dari kehedonisan hidup  

[REVIEW BOOK] Guru Aini Karya Andrea Hirata

Gambar
  Guru Aini, Karya Andrea Hirata Sumber gambar : katapakwe.com Judul buku      : Guru Aini Penulis             : Andrea Hirata Penerbit           : PT Bentang Pustaka Tahun Terbit   : 2020 Tebal   hal       : 336 halaman “Konon, berdasarkan penelitian antah-berantah, umumnya idealism anak muda yang baru tamat dari perguruan tinggi bertahan paling lama 4 bulan. Setelah itu, mereka akan menjadi pengeluh, penggerutu, dan penyalah seperti banyak orang lainnya, lalu secara menyedihkan terseret arus deras sungai besar rutinitas, basa-basi birokrasi lain tunduk patuh pada system yang buruk,adakalanya korup, yang jangankan akan mereka ubah, seperti cita-cita mereka semula. Mempertanyakannya saja mereka sungkan.” Sebuah kutipan yang tertuang di salah satu paragraf novel tersebut, buku ini terbit di...