Postingan

[REVIEW BOOK] Mahar Untuk Maharani Karya Azhar Nurun Ala

Gambar
Sarjana? Kerja jadi petani? Kembali ke kampung halaman? Jauh-jauh kuliah ke kota nyatanya jadi petani.  Mungkin itu yang ada di benak Salman ketika memutuskan kembali ke kampung halamannya, bertemu ibu tercinta dan sang pujaan hati, bernama Maharani. Teman masa kecil, yang bermetamorfosa menjadi mutiara yang memesona.  Kisah romantis, tentang masa depan, masa lalu yang (masih) belum kelar. Salman seorang mahasiswa biologi UI tingkat paling akhir, yang sedang berusaha untuk lulus agar segera memberi yang terbaik demi pujaan hati. Maharani, perempuan dengan lulusan luar negeri yang teduh, dan sholeh cocok menjadi idaman para kedua laki-laki teman semasa kecilnya, ialah Salman dan Dimas. Dimas tokoh pendukung yang menjadi saingan Salman dalam mencuri hati Pak Umar. Serta sosok laki-laki Ajran sebagai figur di masa depan mengalahkan Salman.  Dari berbagai perjalanan, puluhan kilometer rindu menggema pada hati perempuan tangguh, teduh, sholehah, cerdas bernama Maharan...

[REVIEW BOOK] Tuhan Maha Romantis Karya Azhar Nurun Ala

Gambar
Cinta memang kata kerja dan bukan kata benda. Maka ia terus bergerak tak pernah berhenti. Ia ditakdirkan menjadi kata yang begitu berkarakter, penuh daya dobrak tapi tetap saja sulit untuk didefinisikan, sehingga begitu dahsyat. - Anis Matta Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.  Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa menganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertebaran di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah ia kembali tenang: seperti seekor harimau yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling sa...

Sudut Pandang Baru

Gambar
Sudut Pandang Baru sumber foto : twitter.com Mari kita buat sudut pandang baru perihal ditinggalkan dan meninggalkan. Jangan dahulu menyalahkan seseorang perihal ini, mari kita berkaca pada diri sendiri apakah ada yang salah. Bila hati dirundung duka yang mendalam mari kita buat sudut pandang baru perihal akhir dari segala perjalanan serta orientasi yang mengarah ke mana? Jalan menuju keridhoan atau kebinasaan. Perihal hati yang belum tetap atau bahkan membutuhkan ketetapan, apakah lukamu sudah reda atau bahkan semakin menggema. Pada masing-masing kita sebagai manusia yang pernah berbuat tidak baik dan sampai menuju baik, sudahkan berjanji pada hati agar segera ditetapkan, dan menjauhi kebiasaan lama.  Perihal pandangan yang belum fokus, masihkah kita memiliki waktu untuk memfokuskan pada satu objek? Perihal ego yang melimpah, sudahkah kita habiskan ego di usia yang ganjil ini? Perihal tradisi yang kita budayakan, sudahkah kita lambat laun meninggalkannya? ...

[REVIEW BOOK] Karya Pipiet Senja Jalan Panjang Menuju Pulang

Gambar
Dalam hidup memiliki sebuah ambisi memang perlu dalam mengupgrade diri dan pengalaman, untuk mencapai keberhasilan dan target sasaran. Mengambil keputusan yang sangat matang harus diiringi dengan berkali-kali pemikiran yang panjang, wanita dan ambisi mungkin 2 kata yang cocok mengenai komentar terhadap buku ini, tak hanya ambisi, sisi nilai moral, nilai budaya dan religi pun memadupadankan isi ceritanya yang kompleks. Di mana tokoh utama sebagai seorang wanita yang ambisius, yang banyak memiliki beribu alasan memberanikan diri untuk melangkah panjang sampai Ia merasa jalan menuju pulang terasa amat panjang. Di usia yang masih cukup muda membawa Fatin memberanikan diri melangkah begitu lama dan jauh ,Berbagai tantangan dalan hidup, membawa Fatin di usia yang cukup muda memberanikan diri jauh dari orang tua sebagai orang tua tunggal, berkelana di negeri orang, cobaan dan siksaan saling menghampiri karena masa lalu, dan lubang yang Ia buat yang berasal dari ambisi.  Kenangan inda...

Melaporkan Karya Sastra Berupa Novel

Gambar
Bogor, 9 Januari 2018. Kita berdiskusi kelompok tentang buku yang dilisankan kepada kelompok lain. Adapun syarat buku yang dilisankan ialah buku tersebut telah selesai dibaca oleh masing-masing siswa, siswa kelas VIII G sangat antusias sekali dalam mempresentasikan buku tersebut, ada yang berebut untuk mencari peluang saat kelompok yang lain kosong belum dikunjungi oleh sang presentasi. Kegiatan diskusi kelompok ini memiliki durasi 80 menit pada 2 jam pelajaran Bahasa Indonesia, di mana anak-anak mengenal karya sastra berupa novel yang telah selesai dibacanya, selain mengenalkan betapa pentingnya terhadap minat baca mereka pun memiliki simpulan bahwa tanpa adanya buku jendela informasi tidak akan pernah terbuka. Manfaatnya setelah selesai pembelajaran mereka menjadi tahu buku-buku yang telah dipresentasikan oleh masing-masing perwakilan kelompoknya, ada yang antusias mencatat simpulan, menilai aspek-aspek sang presentask, dan melist buku yang akan mereka baca bahkan pinjam.

Jeda, menuju liburan

Gambar
Mungkin ceritanya akan berbeda bila tidak di sini, suasananya pun akan berbeda. Skenarionya di mulai sejak Juli menjelang akhir. Ini baru pertama kali pengalaman mengajar di lingkungan berbasis agama, walau sebelumnya saya pernah mengajar di sekolah yang notabene murid-murid di kelasnya memiliki toleransi yang sangat tinggi. Aktivitasnya serta tantangannya yang memberikan nuansa yang berbeda di tahun ini, saya percaya atas segala tindakan yang saya ambil pasti ada campur tangannya Semesta, termasuk menempatkan saya di tempat ini untuk memperdalam dan semakin memahami kejadian-kejadian yang tampak di depan mata. Nyatanya, rasa kepekaanmu harus lebih ditingkatkan lagi, rasa pedulimu harus dinaikan level kembali, bahkan keegoisanmu harus segera dihilangkan. Apa hal yang membuatmu diam terbisu di depan umum? Dipermalukan? Dilamar pasangan? Eits atau Dipandangi puluhan pasang mata ketika di dalam kelas? Yupps dalam mengajar alhasil pendidik harus memiliki jiwa yang besar, tin...

Sakola Alit Aksi Membantu Mengurangi Sampah

Gambar
Bogor, 5 maret 2017 Sakola Alit aksi membantu mengurangi sampah yang tidak terpakai di rumah. Kegiatan yang diadakan oleh komunitas 60+ Earth Hour Bogor tepatnya di Taman Ekspresi. Peserta yang diikuti oleh anak-anak dari perwakilan komunitas serta pengunjung sekitar yang sedang melakukan CFD di sekitar Lapangan Sempur. Memodifikasi sampah yang tak terpakai menjadi barang yang layak pakai, kegiatan yang dilakukan pukul 07.00 ini, sangat menarik perhatian pengunjung di sekitaran lapangan sempur sekaligus mengajak pengunjung untuk mengurangi sampah yang tak terpakai di rumah.