Raia dan River [Film The Architecture of Love (TAOL))

 

Raia dan River

Kedua sosok tokoh di film yang pekan kemarin ku tonton di aplikasi streaming, Raia yang diperankan oleh Putri Marino berkisah tentang seorang penulis yang terkenal dan karyanya sudah melambung tinggi. Namun, memiliki trust issue tentang sosok laki-laki. Untungnya Raia tidak terlalu trauma jika dekat dengan sosok pria pascaperceraiannya dengan Alam, mantan suaminya. River, sosok laki-laki yang menurutku misterius membuat sosok perempuan bertanya-tanya bahkan di detik-detik terakhir selesai filmnya. Ya, peran misterius ini siapa dan tidak lagi yang bisa memerankan selain Nicholas Saputra. Menurutku, karakternya masih kuat membawa sosok laki-laki sedingin kulkas, matang dengan masa depan tapi sedikit bingung hmm dan ya wajahnya pun cocoklah.

Ku menilai dari segi alur dan jalan cerita yang waw beda dari yang lain ya hmm mungkin karena diangkat dari sebuah novel usia 30 tahun ke atas. Permasalahannya pun beda dengan konflik hubungan di usia belasan tahun. New York yang menjadi latar tempat dari film ini mengangkat cerita dua orang yang memiliki masa lalu yang berbeda. Raia berlatar belakang seorang penulis, alpha woman yang memiliki karier oke. Namun, kurang beruntung dari segi hubungan, diselingkuhi oleh suami saat peluncuran novelnya yang diangkat jadi sebuah film. River, arsitek yang melarikan diri ke New York untuk menyembuhkan luka masa lalunya karena ditinggal istri tercintanya. Sebuah kecelakaan mobil yang menwaskan nyawa istri dan calon anaknya.

Karakter River menurutku di sini ya sama seperti sosok laki-laki pada umumnya yang sulit sekali ditebak mengenai perasaan. Kehadiran River di kehidupan Raia membawa warna baru yang sedikit berbeda dari sebelumnya. River, sosok arsitek yang banyak bercerita di depan Raia tentang sejarah bangunan. Tapi, ada satu karakter yang membuatku kesal saat menonton filmnya. Ups, kalo kesal berarti alur film sudah masuk ke penonton dan bagus. Eh tapi, kok di sini sosok laki-lakinya yang banyak cerita ya? Apa karena karakter laki-lakinya yang banyak menyimpan luka masa lalu, sehingga sosok Raia yang alpha womannya sangat kuat dalam pengambilan keputusan. Kalau menurutku kedua peran ini saling melangkapi di kehidupannya masing-masing, Raia si pendengar yang setia dan River si pencerita yang siap melebarkan ilmu dan pemahamannya tentang sejarah kepada Raia. Nah saling melengkapi kan? Sayang itu hanya asumsiku saja, River di sini masih menyimpan luka masa lalu yang belum sembuh, sedangkan Raia sudah berdamai dengan masa lalunya.

Kehadiran River yang masih saja bingung, banyak bingungnya kalau bertemu dengan Raia, yap ini memang rencana semesta mempertemukan River dengan Raia dengan kondisi dia harus berdamai dengan traumanya. Film ini klimaks mengenai kondisi psikologis tokoh laki-laki yang perlu menyembuhkan lula masa lalunya dan menjauh eh maksudnya memberi ruang kepada tokoh perempuan. Hingga akhirnya mereka berdua saling memberi ruang untuk dirinya masing-masing dalam proses penyembuhan luka itu. Sampai akhirnya River bertemu kembali dengan Raia dengan versi dia yang sudah bisa menerima dan berdamai dengan masa lalunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Last Ramadan 2025

[OPINI] Misunderstand

Berbagi Praktik Baik Menyajikan Deskripsi dalam bentuk Tulisan (menerapkan struktur kohesi dan koherensi)